2026-07-23
HaiPress


JAKARTA, iDoPress -Praktik melawan arah yang dilakukan pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, Gambir, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan iDoPress selama 15 menit di lokasi, tepatnya di sisi Jalan Ir. H. Juanda di sebelah Stasiun KRL Juanda, Kamis (23/7/2026), setidaknya terdapat enam sepeda motor yang melaju melawan arah.
Mayoritas pemotor tersebut melawan arah setelah keluar dari kawasan Little India di Jalan Pintu Air Raya menuju Stasiun Juanda yang berada di Jalan Ir. H. Juanda 1.
Beberapa pengendara melaju melawan arah di sisi kiri jalan raya. Sementara itu, pengendara lainnya memilih menaiki trotoar di depan kawasan pertokoan.
Selain itu, sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, mulai dari bawah jalur rel kereta api hingga area gerbang bertuliskan "Welcome to Little India" di Jalan Pintu Air, terlihat sejumlah bajaj berwarna biru yang mangkal di pinggir jalan.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Pemotor melawan arah di Jalan Ir H Juanda dari arah Jalan Pintu Air Raya menuju ke Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2026)
Irfan (26), salah satu pedagang di sekitar lokasi, membenarkan bahwa banyak sepeda motor yang kerap melawan arah di Jalan Ir. H. Juanda.
Ia menilai, para pelawan arah itu mayoritas adalah pengemudi ojek online (ojol) yang baru saja selesai mengantar penumpang.
"Biasanya dia abis nganter dari mana atau ke dalam Pecenongan, terus keluar mau balik lagi ke shelter, kan ada shelter itu di bawah stasiun, Stasiun Juanda," ucap Irfan saat ditemui iDoPress di lokasi, Kamis.
Irfan mengatakan, kawasan Jalan Pintu Air Raya hingga Jalan Pecenongan memang banyak terdapat area pertokoan dan indekos.
Sementara itu, untuk kembali ke area pangkalan ojek, para pengemudi ojol harus mengambil rute memutar di seberang Masjid Istiqlal.
"Kalau enggak lewat sini (lawan arah), paling harusnya dia lewat muter balik, terus muter lagi yang di depan Setpres itu ke arah sini lagi, jadi emang lumayan sih (jarak mutar balik), apalagi macet juga di sepanjang jalan itu," kata Irfan.
Jika mengambil rute memutar tersebut, pengendara motor harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer (km).
Sebagai perbandingan, jarak dari kawasan Jalan Pintu Air Raya menuju Stasiun Juanda hanya sekitar 140 meter.
Meski demikian, Irfan mengungkapkan terdapat rute lain yang lebih dekat, yakni kembali ke arah Jalan Pecenongan, kemudian memutar melalui Jalan Pintu Air 2.
Namun, menurut Irfan, rute tersebut juga mengharuskan pengendara melawan arah karena Jalan Pintu Air Raya hanya diperuntukkan bagi kendaraan satu arah menuju Jalan Ir. H. Juanda.