Dari Regulasi ke Realitas: Kenapa Bullying Terus Berulang?

2026-06-17 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Realitas perundungan di Tanah Air kian hari kian menyayat hati.

Di Senen, Jakarta Pusat, seorang anak disabilitas berusia enam tahun, harus berjuang melewati masa koma akibat dianiaya oleh dua remaja.

Sementara di dunia maya, platform X terus dibanjiri rekaman amatir yang memperlihatkan siswa sekolah dengan ringannya melakukan ejekan, intimidasi, hingga kekerasan fisik demi memuaskan ego kelompoknya.

Peristiwa itu menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap anak yang terus bermunculan dalam beberapa tahun terakhir.

Lalu, mengapa bullying tetap terjadi? Apa yang selama ini luput dibenahi?

Aturan tidak berjalan maksimal

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan aturan.

Pemerintah telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Sekolah juga diwajibkan membentuk mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, sementara kementerian, pemerintah daerah, hingga lembaga perlindungan anak memiliki mandat untuk melakukan pengawasan.

Hanya saja, keberadaan regulasi belum otomatis membuat anak terbebas dari perundungan.

Sebab, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan seolah hanya menjadi penggugur kewajiban yang telah diatur dalam regulasi.

"Pembentukan tim selama ini mayoritas hanya bersifat formalitas administratif dan kosmetik belaka. Sekolah membentuk tim ini itu hanya demi menggugurkan kewajiban agar tidak disanksi kementerian atau dinas," kata Ubaid, kepada iDoPress, Rabu (17/6/2026).

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.