Purbaya Terkekeh Respons Rupiah Menguat Usai Gencatan Senjara AS-Iran, Singgung Rakyat Sempat Takut

2026-04-08 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkekeh saat ditanya perihal nilai tukar rupiah ke dollar AS menguat usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata AS dan Iran.

Purbaya lantas mengungkit rakyat yang sempat ketakutan karena rupiah sempat tembus Rp 17.105 per dollar AS.

"Heheh, kan lu malah takut lu," ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Purbaya mengatakan, ketidakpastian global telah berkurang setelah AS dan Iran melakukan gencatan senjata untuk 2 minggu.

Selain itu, Purbaya juga menyinggung IHSG yang kini naik sampai 3 persen.

"Ketidakpastian global berkurang kan, (Iran dan AS) itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3 persen tadi. Kalau global, dan bagus kondisinya jadi kalau sentimen hilang, ya sudah, kelihatan lagi fondasi dasar," imbuhnya.

Diketahui, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat saat pembukaan perdagangan Rabu (8/4/2026). Rupiah terapresiasi 124 poin atau 0,72 persen ke level Rp 16.981 per dollar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi ini.

Yen Jepang naik 0,78 persen, diikuti baht Thailand 1,38 persen, yuan China menguat 0,45 persen, peso Filipina bertambah 1,29 persen, serta won Korea Selatan yang melonjak 1,59 persen.

Penguatan juga terjadi pada dollar Singapura yang naik 0,58 persen dan dollar Hong Kong menguat tipis 0,03 persen.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah berpotensi menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Hal itu menyusul adanya kesepakatan gencatan selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS setelah langkah Donald Trump menunda penyerangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan ini memicu penurunan tajam harga minyak dan mendorong pemulihan sentimen pasar,” ujar Lukman.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.